• INDONESIA FIRST ESPORTS COMPANY
    Established Since 2001
  • HAS HAD AN EXTENSIVE EXPERIENCE IN ORGANIZING MAJOR ESPORTS EVENTS Read More
    More than 100 National and International Events in the Last 18 years
  • PROVIDE THE FIRST ESPORTS ARENA IN INDONESIA Read More
    In a Center of West Jakarta, with only 10 minutes distance to Mall Taman Anggrek and Central Park
  • INDONESIA FIRST LIVESTREAM BROADCASTING COMPANY Read More
    Equipped with a Professional 4K Production Equipments
  • 1

INDONESIA NO 1 ESPORTS COMPANY

VIEWS 2019 : 44,847,113 VIEWS

WATCH TIME 2019: 7,537,785 HOURS

REACH 2019 : 571,039,279

 

OUR NEXT EVENT

FACEBOOK : 400,000 FOLLOWERS

YOUTUBE: 230,000 SUBSCRIBERS

INSTAGRAM : 35,000 FOLLOWERS

Esports sebagai olahraga medali resmi Asian Games 2022, masih belum dapat dikonfirmasi, demikian kata seorang pejabat Olimpic Council of Asia (OCA), pada hari sabtu tanggal 18 kemarin. Padahal sebelumnya Esports diharapkan akan memulai debutnya secara penuh di Asian Games 2022 di Hangzhou. 

Direktur General OCA yaitu Husain Al Musallam mengatakan bahwa Esports hingga saat ini masih dijalankan oleh beraneka ragam entitas atau perusahaan. Untuk dimasukkan sebagai olah raga medali, Esports membutuhkan satu federasi international yang diakui.

"Perlu ada satu federasi International, dimana sampai saat ini masih terlalu banyak yang mengakui sebagai Federasi International untuk Esports" Demikian kata Husain Al Musallam, Direktur General dari OCA.
"Mereka harus bersatu untuk menentukan satu Governing Body yang akan mengatur Esports"

Hal ini akan menjadi jembatan cukup sulit dilalui, mengingat Esports yang di investasi jutaan hingga ratusan juta dollar oleh para games developer, tentu saja tidak menginginkan adanya pihak lain yang meng-kontrol produk mereka.

Satu lagi batu sandungan besar bagi Esports, adalah memastikan bahwa para gamers Esports di seluruh dunia untuk bisa mematuhi peraturan anti-doping.

Beberapa alasan ini yang menyebabkan Esports sebagai cabang olahraga medali resmi di Asian Games Hangzhou 2022, untuk sementara masih ditunda.

Sebagai informasi, IeSF (International Esports Federation) bersama sama dengan IeSPA (Indonesia Esports Association), untuk kejuaraan dunia ke 8 di Jakarta dua tahun yang lalu, telah mengimplementasikan test anti doping bagi para atlit.

Dan dari sisi federasi international, IeSF (International Esports Federation) dengan 48 negara anggotanya, saat ini sedang dalam proses untuk diakui oleh IOC. Jika sudah diakui, maka bukan hanya asian games, tapi Esports bisa dipertandingkan di Olimpiade.
Selain itu, AeSF (Asia Esports Federation) , juga sudah diakui oleh OCA , sehingga bisa menyelenggarakan Esports sebagai demonstration title di Asian Games 2018, Jakarta-Palembang.

 

 

0
0
0
s2sdefault