• INDONESIA FIRST ESPORTS COMPANY
    Established Since 2001
  • HAS HAD AN EXTENSIVE EXPERIENCE IN ORGANIZING MAJOR ESPORTS EVENTS Read More
    More than 100 National and International Events in the Last 18 years
  • PROVIDE THE FIRST ESPORTS ARENA IN INDONESIA Read More
    In a Center of West Jakarta, with only 10 minutes distance to Mall Taman Anggrek and Central Park
  • INDONESIA FIRST LIVESTREAM BROADCASTING COMPANY Read More
    Equipped with a Professional 4K Production Equipments
  • 1

INDONESIA NO 1 ESPORTS COMPANY

VIEWS 2019 : 44,847,113 VIEWS

WATCH TIME 2019: 7,537,785 HOURS

REACH 2019 : 571,039,279

 

OUR NEXT EVENT

FACEBOOK : 400,000 FOLLOWERS

YOUTUBE: 230,000 SUBSCRIBERS

INSTAGRAM : 35,000 FOLLOWERS

Walaupun Mobile Legends kalah di pengadilan melawan Tencent, dan diharuskan membayar denda sebesar 42 miliar, tapi dengan total penghasilan sebanyak 2,9 triliun, tentu saja tidak menjadi masalah yang berarti bagi Moonton, perusahaan yang memiliki lisensi Mobile Legends tersebut.

Sebagai informasi, mobile MOBA MObile legends telah melewati penghasilan 200 juta dollar dalam pembelanjaan global , sejak game tersebut diluncurkan pada bulan november tahun 2016 yang lalu.

Amerika Serikat menjadi negara ketiga pasar terbesar game Mobile Legends, dengan pembelanjaan sebesar 12 persen dari total penghasilan Moonton. Dua negara lainnya dimana mobile legends sangat popular adalah Indonesia dan Malaysia.

Walaupun Tencent menggelontorkan dana yang cukup besar untuk mempromosikan Arena of Valor sebagai esports, tapi penghasilan dari game dengan nama AoV tersebut tidaklah sebanding dengan Mobile Legends. Menurut Sensor Tower, Mobile legends menghasilkan pendapatan sebesar 2 juta dollar di bulan juni ini, dimana gabungan dari Arena of Valor dan Vainglory hanya sebesar 720 ribu dollar.

Jadi walaupun kalah dalam gugatan di pengadilan, pihak Moonton tentulah tidak terlalu pusing. Karena penghasilan mereka jauh lebih besar daripada denda gugatan yang harus dibayar.

 

0
0
0
s2sdefault