Game dan kompetisi merupakan 2 hal yang sangat melekat, dari dulu hingga sekarang sesungguhnya kedua hal tersebut sudah saling ada satu sama lainnya. Tapi apakah kamu tahu awal mula game menjadi sebuah E-Sports dan menjadi besar seperti sekarang ini?

Kini dunia E-Sports sudah berkembang dengan sangat pesat dan seluruh dunia merasakan dampak dari ajang E-Sports yang terus menerus semakin besar dan bertambah baik cabang dan juga para pesertanya. Bahkan kini E-Sports akan dipertandingkan dalam Asian Games 2022 sehingga memungkiinkan E-Sports untuk masuk ke ajang yang lebih besar lagi yaitu ajang Olimpiade sebagai salah satu cabang olah raga.

Sesungguhnya jika dilihat kebelakang, kompetisi video game pertama yang terorganisir diadakan di Universitas Stanford pada bulan Oktober 1972. Di kala itu para mahasiswa Stanford bertanding game Spacewar untuk memperebutkan hadiah 1 tahun langganan gratis majalah Rolling Stone. Kini kompetisi E-Sports seperti Dota 2 memiliki hadiah yang sangat fantastis hingga puluhan juta dollar.

Pada tahun 1980, Atari mengadakan sebuah turnamen Space Invaders dimana terdapat lebih dari 10 ribu pemain yang ikut serta dalam turnamen tersebut. Meskipun kompetisi tersebut sudah direkam sejak tahun 1980, namun kompetisi game mulai berkembang pesat ketika internet sudah mulai berkembang dan membuat para gamer dapat bertanding secara multiplayer.

Pada tahun 1990-an, PC mulai berkembang dan game-game di PC juga sudah mulai maju karena dibantu oleh perkembangan internet. Di tahun itulah E-Sports mulai berkembang dan bisa besar seperti sekarang ini. Perusahaan-perusahaan besar seperti Nintendo dan Blockbuster mulai mensponsori kejuaraan dunia video game yang mempertandingkan game bergenre sports, racing, dan combat.

Pada tahun 1997 diadakan turnamen ‘Quake’ yang bisa dikatakan merupakan ajang E-Sports pertama. Game Quake merupakan game FPS yang diikuti oleh lebih dari 2.000 peserta dengan hadiah sebuah mobil Ferrari bekas. Kebanyakan pada tahun 1990-an, game yang dipertandingkan adalah game FPS, namun pada akhirnya muncul sebnuah game RTS yaitu StarCraft: Blood War yang membawa E-Sports menuju era modern.

Pada awal tahun 2000-an muncullah World Cyber Games dan Electronic Sports World Cup yang membawa perubahan lebih besar lagi dalam E-Sports. Major League Gaming (MLG) muncul pada tahun 2002 dan masih menjadi liga E-Sports terbesar hingga saat ini. Negara Korea Selatan bisa dikatakan merupakan tempat lahirnya E-Sports karena mereka memiliki kecepatan internet yang luar biasa dan membuat warnet-warnet dan game center berkembang pesat di sana. Turnamen E-Sports yang disiarkan pertama kali di stasiun televisi juga berasal dari Korea Selatan dengan game RTS yaitu StarCraft: Blood War menjadi game paling populer untuk dipertandingkan.

Sebagai contoh betapa pesatnya perkembangan E-Sports, penonton MLG Spring Tournament pada tahun 2012 mencapai 4 juta penonton diseluruh dunia dan jumlah tersebut sudah mengalahkan penonton NBA All-Stars Game pada tahun 2012.

Kini salah satu game yang paling populer untuk dipertandingkan adalah game Dota 2 sebuah game MOBA (Multiplayer Online Battle Arena) yang berhasil menyedot para penonton. Game Dota 2 kini menjadi E-Sports dengan total hadiah terbesar sepanjang sejarah yang sudah mencapai 22 juta dollar saat ini untuk ajang The International 7 yang akan segera dimulai. Pada ajang The International 6 jumlah penonton sepanjang turnamen sudah mencapai 20 juta orang.

Berkembangnya E-Sports membuatnya tidak lepas dari perjudian seperti pada cabang olah raga tradisional pada umumnya. Berbagai situs judi kini memiliki pasar untuk menerima taruhan cabang E-Sports. Tentu saja hal tersebut telah menghasilkan suatu kontroversi seperti pengaturan skor yang sempat terjadi pada turnamen CS:Go dimana tim iBUYPOWER terbukti melakukan pengaturan skor dan harus menerima larangan bermain di ajang turnamen CS:GO.

Namun meskipun beberapa kontroversi sempat mencuat, namun E-Sports tidak menunjukkan penurunan dan justru semakin berkembang setiap tahunnya. Ditambah berbagai kemudahan bagi para gamer untuk dapat menyaksikan pertandingan-pertandingan E-Sports melalui berbagai media streaming seperti Twitch dan juga Ligagame yang membuat para gamer dapat mengikuti aksi-aksi para pemain profesional di dalam game favorit mereka.

Kini E-Sports akan terus berkembang dan akan semakin besar dari tahun ke tahun mengikuti perkembangan teknologi di dunia. Namun E-Sports harus bisa meregenerasi para atlet-atlet nya melalui berbagai tahapan turnamen seperti pada olah raga sepak bola misalnya dan jika dilihat dari perkembangnya mungkin dalam 10 tahun ke depan, E-Sports bisa saja mengalahkan olah raga sepak bola.

0
0
0
s2sdefault