Semua gamers  tentu mengharapkan agar Esports  dipertandingkan di event olah raga international, seperti Asian Games, Sea Games maupun Olimpiade. Tapi dalam seminggu terakhir ini muncul berita mengenai adanya pertandingan Esports di Ashgabat 2017,  5th Asian Indoor & Martial Arts Games yang penuh dengan kontroversi.

Kontroversi ini timbul karena cara penyelenggaraan event esportsnya yang bisa mengundang banyak masalah.

  • Pertama, adalah munculnya Asian Esports Federation, yang ketika ditelusuri, baru dibuat belum lama ini, dan tidak diketahui dimiliki oleh siapa.  Dan hampir semua asosiasi esports resmi di negara negara asia, tidak mengetahui adanya Federasi Esports Asia tersebut.
  • Kedua adalah pertandingan resmi yang mewakili suatu negara, yang menggunakan sistem online, yang mana tidak melibatkan para asosiasi esports di Asia sebagai pengawas. Hal ini akan  menyebabkan pertandingan rentan dengan masalah, karena wakil resmi suatu negara bisa dilakukan oleh pemain dari negara lain dan rawan dengan adanya cheat.

Belum lama ini, KeSPA, asosiasi Esports Korea Selatan, menyatakan bahwa mereka menolak untuk berpartisipasi dalam AIMAG 2017 Turkmenistan, karena penyelenggarannya yang penuh dengan kontroversi. Beberapa asosiasi Esports di negara negara asia lainnya seperti China, Vietnam, Iran, dan Mongolia, juga menyatakan bahwa mereka mendukung langkah langkah yang dilakukan oleh KeSPA ini.

Dari pihak Indonesia sendiri, IeSPA, saat ini sedang berupaya untuk diskusi dengan komite olimpiade Indonesia, mengenai ikut atau tidaknya atlit Esports Indonesia di 5th Asian Indoor & Martial Arts Games (AIMAG 2017).

Ketika ditanyakan kepada bpk. Eddy Lim, ketua umum IeSPA, pihak Ligagame mendapatkan info bahwa pada sebenarnya pada bulan april yang lalu, IeSPA sudah bertemu dengan Mr Wei dari OCA (Olimpic council of Asia),  di hotel Ritz Carlton Jakarta untuk menanyakan seputar Esports di 5th Asian Indoor & Martial Arts Games (AIMAG 2017). Dan informasi yang didapatkan adalah bahwa event ini diprakarsai oleh Alisports, dengan pertandingan secara online yang menggunakan platform dari Alisports.

Sebelum pertemuan ini, pihak IeSPA telah konsultasi terlebih dahulu dengan Federasi Esports International resmi atau IeSF.  Dan di pertemuan dengan perwakilan OCA tersebut, pihak IeSPA menyampaikan mengenai problem atau masalah yang bisa timbul, jika dijalankan secara online, tanpa adanya pengawasan secara resmi.

Problem dan kontroversi yang muncul belakangan ini di AIMAG 2017, tentu saja tidak terlepas dari ambisi Alisports untuk menguasai Esports di Asia maupun dunia.

Dan bagaimana perkembangan selanjutnya? Ligagame akan terus memberikan informasi terbaru kepada para pembaca setelah mendapatkan informasi informasi resmi dari pihak pihak yang terkait.

 

0
0
0
s2sdefault