Mengelola team Esport agar sukses dan menghasilkan untuk anggotanya memerlukan modal dan biaya yang tidak sedikit, namun kita dapat belajar sedikit dari pengalaman Team Faceless dalam mengelola teamnya secara Independen.

Team Faceless merupakan team Esport pertama dari Singapore dan didanai oleh Daryl "iceiceice" Ko, menurut The Straits Times  ‘Lisbel Ting.

Mereka terbentuk Ketika iceiceice dan Wong "nutZ" Jeng Yih memutuskan untuk kembali ke Singapure untuk membentuk team Dota 2 di asia tenggara. iceiceice sebelumnya telah banyak bermain di China sedang NutZ telah bergabung di organisasi MPV di Korea selama 2 tahun terakhir.

iceiceice awalnya mendanai teamnya dari hasil kemenangannya sendiri ketika bermain di China dan dari Pendapatan Streaming Videonya. Kabarnya iceiceice menggunakan sekitar 10-15% dari uang hasil pertandingan untuk beberapa kegiatan finansial seperti menyewa rumah untuk tempat berlatih dan juga biaya operasional lainnya, sedangkan sisanya akan dibagi secara merata untuk kelima pemain.

Namun diluar dari uang hadiah, team tidak memiliki gaji tetap, seperti kata Dominik "Black ^" Reitmeier katakan, "Jika kita tidak menang, maka kita tidak makan”.

Operasional Team Faceless memang independen dan tidak didukung oleh organisasi Esport manapun, namun mereka mendapatkan Peralatan untuk berlatih dan bertanding dari Sponsor. Menurut The Straits Times, Aftershock dan Secret Lab mensponsori PC dan juga kursi untuk masing-masing anggota Team.

Sejauh ini mereka baik-baik saja karena mereka baru saja menyelesaikan langkah pertama mereka di perjalanan menuju The Boston Mayor dengan rekor sempurna 8-0 di babak round robin dari kualifikasi Asia Tenggara.

0
0
0
s2sdefault