Tim CS:GO asal China Tyloo berencana akan melakukan pelatihan di daratan Eropa sebelum event iBUYPOWER Masters, dan tim yang berhasil lolos ke leSF World Championships 2016 ini berhasil memperoleh izin visa selama 1 tahun ke 15 negara Eropa (Schengen visa).

Berhasil mendapatkan visa negara Uni-Eropa bisa dibilang adalah awal yang bagus, karena kemungkinan tim ini untuk mendapatkan visa ke negara lain seperti Amerika dan Eropa timur lebih terbuka lebar. Karena kita ketahui karena ditolaknya perizinan visa team TyLoo di tahun ini saja, mereka tidak bisa mengikuti 2 turnamen besar yaitu SL i-League Invitational yang berlangsung di Kiev, Ukraine dan ELEAGUE di Atlanta, Amerika Serikat.

Swedia adalah negara Eropa pertama yang akan dikunjungi, untuk kemudian mereka akan melakukan perjalanan ke kota Krefeld, Jerman untuk mengikuti Acer Predator Masters. Selain negara-negara Eropa team Tyloo juga berniat mengajukan izin visa ke Amerika Serikat, berbekal "Schengen visa" meraka optimis permohonan visa Amerikanya akan dikabulkan.

Jika Tyloo mendapatkan visa Amerikanya, mereka berencana mengikuti turnamen iBP Masters dan Intel Extreme Masters yang berlangsung di California, Amerika Serikat. Target mereka di turnamen tersebut adalah berada di posisi dua teratas di babak group stage, dan sepertinya tidaklah berlebihan.

Team Tyloo kita ketahui adalah tim yang bisa memberi kejutan kepada tim CS:GO besar lainnya, seperti yang mereka pernah lakukan pada bulan April lalu di DreamHack Masters Malmö dengan menyingkirkan juara MLG Major Championship: Columbus yaitu tim Luminosity Gaming ( sekarang SK Gaming). Tim Natus Vincere juga mengalami hal yang sama di turnamen SL i-League Season 2, namun akhirnya Tyloo harus tersingkir dari turnamen setelah dikalahkan Astralis.

0
0
0
s2sdefault